Arti Simbol Kartu Remi

Arti Card Remi – Kartu remi dimanfaatkan untuk bermain bermacam permainan. Selagi ini mungkin anda melainkan tahu bahwa card remi melainkan sebatas untuk permainan biasa. Bakal malahan tidak kecuali itu, card remi seharusnya pun dapat dimanfaatkan untuk meramal. Menetapkan card remi dengan tepat dapat menjadi cara pilihan untuk memandatkan card tarot. Alinea berikut dapat memicu anda untuk lebih ingat arti di olak card remi.

Arti Simbol Kartu Remi – Pada card remi terpendam 4 macam warna dan bentuk yang berbeda, terdiri dari 13 belas card dalam setiap warna. Taat prinsip tarot, jumlah 13 diambil dari acara Kalendar, adalah revolusi bln guna Surya. Setiap card menyubstitusi salah satu dari 13 bln dalam kesibukan lunar, dan semua jumlah card remi merupakan 52, ini yaitu 52 pekan dalam setahun. Setiap warna dan bentuk dari card mempunyai makna yang khusus.


Waru
Card waru menyimbolkan angin/ udara (supiyah). Angin atau udara sangat genting bagi pengikut untuk dapat hidup. Pada badan Anak Adam, hal ini diwujudkan dalam bentuk nafas, yang terletak di Belalai. Insan pun dapat mencium bau wangi dan bau tak sedap lewat indera penciuman.

Hati
Card hati mengisyaratkan air (mutmainah). Air serta mendesak bagi insan untuk dapat hidup. Departemen tubuh umat pula terdiri dari enceran atau air. Air menjadi logo ketentraman dan berpikir. Tidak cuma itu, air yang berputar dapat diartikan kalau arus kebutuhan anak adam yang tidak sudah berhenti, senantiasa merasa ingin dan ingin lagi.

Keriting
Card keriting menyimbolkan sel api (amarah). Api tak lepas dari kehidupan Insan. Api sama dengan warna merah. Pada tubuh Penganut, warna merah yaitu warna darah, ini yaitu lambang Jiwa, Tenaga, dan Kegiatan, yang jika tidak dikendalikan dapat dapat wujudkan sifat angkara yang mengompori dan terasa panas. Sel api pun berkelas di telinga. Jika mendengarkan dialog yang tidak enak atau jika satu orang merasa Terganggu, rata-rata telinga menjadi panas.

Wajik
Card wajik menyimbolkan set bumi (lumawah). Organ bumi mulai sejak dari apa yang dikonsumsi oleh umat yang bertempat tinggal di bumi. Umat manusia mengedepankan makanan untuk dapat hidup, dapat sebaliknya keinginan makan pula mesti dikendalikan. Komponen bumi bersuasana di mulut, secara tempat untuk masuknya makanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *